Rabu, 06 Maret 2013

Hujan Bulan Mei



Adalah cinta yang ditumpahkan langit
kepada rekah padi di sawah
sebelum akhir hasrat
kan menjadikannya kekasih jahat.

Adalah rinai rindu yang dihabiskan senja
kepada emas yang tetap mengempas di ufuk
mengurai panah sendu,
lalu dilukislah sebuah kenangan.

Adalah puisi yang dilampiaskan malam
kepada detak jam di atas genting
dengan terpaksa
sebelum melepas air mata.

Bagimu, hujan bulan Mei adalah
ketika rindu benar-benar menunggu di halaman
lalu kau habiskan suaramu yang parau
kepada matahari, “kau akan menjaga
ingatanku pada sisa rintik bulan ini, kan?
atau kau kan temukanku pada hati Sapardi
nanti?!”

Semarang, 5 Mei 2012
(dimuat di Koran Amanat edisi 118)

0 komentar:

 
 
Copyright © Kitab Puisi
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com and Faizy